Kisah Duka dari Laut Batam: Kapal Terbalik, 3 Orang Tewas, 10 Selamat

Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban tenggelamnya kapal long boat di Perairan Selat Nenek, Kota Batam, resmi dihentikan.F-Humas SAR

BATAM, skalakita.com – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban tenggelamnya kapal long boat di Perairan Selat Nenek, Kota Batam, resmi dihentikan.

Tim SAR Gabungan memastikan seluruh korban telah ditemukan, dengan rincian 10 orang selamat dan 3 lainnya meninggal dunia.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Tanjungpinang, Eryk Subariyanto, Jumat (27/6/2025).

Ia menyebut, keputusan penghentian operasi dilakukan setelah semua korban berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga maupun rumah sakit.

“Dengan telah ditemukannya seluruh korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing,” ungkap Eryk kepada media.

Baca Juga :  Maknai Idul Adha 1446 H, Pelindo Tanjungpinang Salurkan Hewan Kurban

Musibah ini terjadi pada Rabu (25/6/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Kapal yang ditumpangi oleh rombongan tim sepak bola asal Pulau Nenek hendak menuju Pulau Setokok untuk bertanding.

Namun di tengah perjalanan, kapal diterjang gelombang tinggi hingga terbalik.

Laporan awal diterima dari perangkat Desa Setokok, yang kemudian diteruskan ke Basarnas.

Operasi pencarian pun langsung digelar dengan melibatkan unsur SAR gabungan dari berbagai instansi.

Tiga korban meninggal ditemukan di lokasi berbeda:

M. Fahry ditemukan di Perairan Pulau Panjang

Baca Juga :  Pelindo Tegaskan Komitmen Kepatuhan dan Tata Kelola dalam Implementasi E-Ticketing Sri Bintan Pura

Firdaus ditemukan di Perairan Pulau Bulan

Fadly (alias Papat) ditemukan di Perairan Tanjung Sauh

Selama tiga hari pencarian, tim SAR membagi pencarian ke dalam empat sektor utama, menyisir perairan sekitar Pulau Panjang, Pulau Juan, Pulau Kojo, Pulau Temoyong hingga ke Laut China Selatan.

Selain armada laut seperti KN SAR 209, sea rider Polairud dan kapal patroli, pencarian juga didukung oleh penggunaan drone untuk menjangkau pesisir dan hutan mangrove.

Adapun unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi ini yakni:

Baca Juga :  Pelindo Upgrade Layanan SBP Tanjungpinang, Tarif Baru Mulai 1 Juni

Basarnas Tanjungpinang dan Pos SAR Batam

Polairud Polda Kepri dan Polresta Barelang

Pos AL Kertang

Bakamla, PLP Tanjung Uban

BP Batam, PLN Batam

Masyarakat dan relawan lokal

Kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan berawan dengan kecepatan angin 14 knot dan gelombang mencapai 1,5 meter.

Basarnas mengimbau kepada masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan saat beraktivitas di laut guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Penulis : Udur
Editor : Nazri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *