Pelindo Berbenah, LAM Sematkan Tanjak

Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Tanjungpinang foto bersama usai menyematkan tanjak kepada General Manager (GM) Pelindo Tanjungpinang, Tonny Hendra Cahyadi, sebagai tanda kehormatan dan upaya mempererat silaturahmi lintas suku, ras, dan agama di Kota Tanjungpinang.F-Istimewa

TANJUNGPINANG, skalakita.com – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Tanjungpinang menyematkan tanjak kepada General Manager (GM) Pelindo Tanjungpinang, Tonny Hendra Cahyadi, sebagai tanda kehormatan dan upaya mempererat silaturahmi lintas suku, ras, dan agama di Kota Tanjungpinang.

Acara ini juga menjadi bentuk apresiasi atas program Pelindo Berbenah di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Rabu (19/2/2025).

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Pelindo Upgrade Layanan SBP Tanjungpinang, Tarif Baru Mulai 1 Juni

Penyematan tanjak dilakukan oleh Penasehat LAM Kota Tanjungpinang, Dato Wan Rafirar, yang didampingi oleh Dato Yudi Hulu Balang Kota Tanjungpinang beserta anggota LAM lainnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri, menekankan pentingnya peran pelabuhan sebagai pintu masuk wisatawan domestik dan mancanegara yang harus dijaga dengan baik.

“Kami mengajak Pelindo untuk berdiskusi dan berkolaborasi agar kunjungan wisatawan ke Kota Tanjungpinang semakin meningkat,” ujar Nazri.

Menanggapi hal tersebut, GM Pelindo Tanjungpinang, Tonny Hendra Cahyadi, menyampaikan bahwa pihaknya akan berdiskusi lebih lanjut dengan LAM untuk meningkatkan ornamen budaya Melayu di pelabuhan.

Baca Juga :  Penerapan Penggunaan Tanjak Sebagai Warisan Budaya dan Simbol Kearifan Lokal

Hal ini diharapkan dapat mendukung pengembangan pariwisata sekaligus melestarikan budaya Melayu di Tanjungpinang.

Dalam kesempatan yang sama, Utusan Eksekutif Director 1 Pelindo, I Wayan Wirawan, menegaskan bahwa program Pelindo Berbenah di Pelabuhan Sri Bintan Pura bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan fasilitas.

Ia juga menekankan bahwa LAM memiliki posisi strategis dalam berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan Pelindo.

“Pelabuhan Sri Bintan Pura adalah ikon Kota Tanjungpinang. Kolaborasi dengan LAM dan pemerintah daerah sangat penting untuk meningkatkan pelayanan serta menghadirkan nuansa budaya yang lebih kuat di pelabuhan,” ujarnya.

Baca Juga :  Jurkam Lis-Raja: Jangan Gegara Dandang Kuali, Lupa Jalan yang Diaspal

Acara penyematan tanjak ini turut dihadiri oleh perwakilan CIQP (Customs, Immigration, Quarantine, and Port) serta berbagai instansi terkait di Pelabuhan Sri Bintan Pura.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” ungkapan ini menggambarkan pentingnya sinergi antara berbagai pihak dalam menjaga identitas budaya sekaligus mendorong kemajuan Kota Tanjungpinang. (SK)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *